PEMULUNG CILIK
Pemulung
Cilik, ya itu sebutanku kepada seorang pemulung cilik dekat kampusku sebelum
aku mengetahui namanya. Aku melihatnya pertama kali saat aku keluar dari
minimarket, dia duduk di depan minimarket tersebut dengan membawa karung untuk
memulung. Aku mencoba mendekatinya dan menanyakan sesuatu padanya. Pertanyaan
yang pertama kali kutujukan padanya adalah “hei, mau jajan ngga?kalo mau aku
beliin” sungguh membuatku tertawa jika mengingat kejadian itu, karena bukan ku
tanyakan terlebih dahulu namanya, tetapi aku malah menawarkan sesuatu padanya.
Lantas
dia menjawab dengan jawaban “engga kak, makasih. Aku udah makan”. Aku bingung
saat itu, karena yang aku tau biasanya anak kecil bila ditawarkan sesuatu
berupa makanan pasti tidak menolak, beda dengan pemulung cilik yang kutemui
ini. Aku semakin penasaran dengan pemulung cilik ini, ku tanyakan beberapa
pertanyaan kepadanya. Aku menanyakan biasanya dia memulung dari jam berapa,
penghasilannya berapa, dan bagaimana keadaan keluarganya.
Rizky,
ya nama dari pemulung cilik itu. Dia bercerita bahwa dia memulung mulai dari
jam 9 pagi. Penghasilannya pun tak menentu, kadang banyak kadang dikit,
katanya. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya yang bekerja sebagai pemulung
juga dan seorang adik yang masih balita. Lalu kutanyakan lagi padanya “Kamu
ngga sekolah?”. Rizky hanya menjawab “gimana lagi kak, emang udah begini”. Pada
saat itu juga aku sangat sedih melihat seorang anak kecil tetapi sikapnya lebih
dewasa dari pada aku. Aku menasehatinya untuk tidak melupakan pendidikannya,
dia pun menjawab “Engga kok kak, aku dirumah kalo malem juga belajar, ada buku
dirumah”.
Seseorang
seperti Rizky sudah sepantasnya lah mendapat perhatian dari orang disekitarnya.
Rizky sangat kurang perhatian dari kedua orang tuanya, dan aku pun tidak
keberatan memberikan perhatian padanya. Karena aku tahu bahwa anak seumuran
Rizki sangat butuh orang yang bisa menasehatinya ketika berbuat salah, dan
sangat membutuhkan kasih sayang yang bahkan kurang ia dapatkan karena sibuk
bekerja sebagai pemulung.
Sungguh
perkenalan singkatku dengan Rizky membuatku sadar bahwa kita haruslah
memerhatikan keadaan sekitar. Memberikan cinta dan kasih bukan hanya untuk
orang terdekat yang kita kenal, tetapi kita juga harus memberikan cinta dan kasih
kepada orang lain yang bahkan baru kita kenal dan tidak memandang ada hubungan
darah atau tidak.
Gak di lanjutin lagi blognya nab ?
BalasHapusMerkur Futur Adjustable Safety Razor - Sears
BalasHapusMerkur Futur Adjustable https://septcasino.com/review/merit-casino/ Safety https://vannienailor4166blog.blogspot.com/ Razor is the perfect balance worrione of performance, safety, and comfort. Made in Solingen, Germany, this razor has www.jtmhub.com a งานออนไลน์ perfect balance of