Ø SALURAN
PEMASARAN dan JARINGAN NILAI
-
Saluran Pemasaran
Saluran
pemasaran (Marketing Channels) merupakan
perangkat saluran pemasaran khusus yang digunakan oleh sebuah perusahaan atau
organisasi – organisasi yang saling tergantung yang tercakup dalam proses yang
membuat produk atau jasa menjadi tersedia untuk digunakan/dikonsumsi.
-
Jaringan Nilai
Jaringan
Nilai ( Value Network ) adalah sebuah sistem kemitraan dan aliansi yang
diciptakan perusahaan untuk menyediakan, menambah, dan menghantarkan
penawarannya.
Ø PERAN
SALURAN PEMASARAN
menghasilkan
marjin penjualan, mengubah pembeli potensial menjadi pembeli yang menguntungkan
( tidak hanya melayani pasar tetapi juga membentuk pasar ).
Ø KEPUTUSAN
RANCANGAN SALURAN
§ Push strategy
§ Pull strategy
Merancang sistem saluran melibatkan empat tahap:
ü Menganalisis kebutuhan pelanggan.
ü Penetapan tujuan saluran
ü Mengidentifikasi saluran alternatif utama
ü Mengevaluasi saluran alternatif utama
§ Menganalisis level output jasa yang diinginkan pelanggan
ü Ukuran lot/ Lot size, adalah jumlah unit yang
diperbolehkan oleh saluran pemasaran untuk dibeli oleh satu pelanggan biasa
setiap kali pembelian.
ü Waktu tunggu/ Waiting time, adalah rata-rata waktu tunggu dari pelanggan saluran
untuk menerima barang.
ü Kenyamanan tempat/ Spatial convenience, menyatakan
tingkat kemudahan yang disediakan saluran pemasaran bagi pelanggan untuk
membeli produk tersebut.
ü Variasi produk/ Product variety, menyatakan luasnya
keragaman yang diberikan oleh saluran pemasaran.
ü Pelayanan pendukung/ Service backup, merupakan pelayanan
tambahan (kredit, pengiriman, instalasi, perbaikan) yang disediakan oleh
saluran tersebut.
§ Menetapkan Tujuan Dan Kendala Saluran
§ Mengidentifikasi Alternatif Saluran Utama
ü Jenis perantara
ü Jumlah perantara
- Distribusi eksklusif, mencakup jumlah perantara yang sangat terbatas yang
menangani barang atau jasa perusahaan.
- Perjanjian eksklusif à melarang menjual merek pesaing
- Distribusi selektif, mencakup penggunaan lebih dari beberapa tetapi juga kurang dari semua perantara yang bersedia
menjual produk tertentu.
- Distribusi intensif, produsen menempatkan barang dan jasa disebanyak
mungkin toko.
ü Syarat dan tanggung jawab anggota saluran
- Kebijakan harga, mengharuskan produsen menetapkan daftar
harga
dan rencana diskon yang oleh perantara dianggap adil serta memadai.
- Syarat penjualan, mengacu pada syarat pembayaran dan garansi produsen.
- Hak teritorial distributor,
§ Mengevaluasi Alternatif Utama
ü Kriteria ekonomi
Ø KEPUTUSAN
MANAJEMEN SALURAN
§ Memilih Anggota Saluran
§ Melatih Anggota Saluran
§ Memotivasi Anggota Saluran
Produsen
dapat menggunakan:
ü Kekuatan paksaan/ Coercive power
ü Kekuatan imbalan/ Reward power
ü Kekuatan hukum/ Legitimate power
ü Kekuatan ahli/ Expert power
ü Kekuatan referensi/ Referent power
ü Pemprograman distribusi
- Perencanaan
hubungan distributor
§ Mengevaluasi Anggota Saluran Pemasaran
§ Memodifikasi Pengaturan Saluran
Ø SISTEM
INTEGRASI SALURAN
v Sistem
Saluran
1) Sistem
Pemasaran Vertikal
Sistem
pemasaran vertikal meliputi produsen, pedagang grosir, dan pengecer yang
bertindaksebagai satu sistem terpadu. Sistem pemasaran vertikal
timbul sebagai akibat usaha anggotasaluran yang kuat untuk mengendalikan
perilaku saluran dan menghilangkan konflik yangterjadi ketika anggota
independen mengejar tujuan mereka sendiri. Ada tiga jenis VMS :
§ VMS
Korporat
VMS KorporatVMS korporat menggabungkan
tahap produksi dan distribusi suksesif dibawah satukepemilikan. Misalnya, Sears
mendapatkan lebih dari 50% barang yang dijualnya dariperusahaan yang sebagian
atau seluruhnya dimilikinya.
§ VMS
Teradministrasi
VMS teradministrasi mengordinasikan
tahap produksi dan distribusi secara berturut-turut melalui ukuran dan kekuatan
salah satu anggota. Produsen merek yangdominan mampu mengamankan kerja sama
dagang yang kuat dan dukungan daripenjual perantara. Kodak, Gillette, dan
Campbell soup mampu menerapkan tingkatkerja sama yang tinggi dari penjual
perantara mereka yang berhubungan dengantampilan, ruang rak, promosi, dan
kebijakan harga.
§ VMS
Kontraktual
VMS kontraktual terdiri dari perusahaan
independen dengan berbagai tingkatproduksi dan distribusi, mengintegrasikan
program mereka pada basis kontraktualuntuk mendapatkan keekonomisan atau dampak
penjualan yang lebih besardibandingkan yang dapat mereka capai sendirian. Ada
tiga jenis VMS kontraktual :
1. Rantai
sukarela yang disponsori pedagang grosir
Pedagang grosir mengelola rantai
sukarela pengecer independen untukmembantu mereka menstandardisasi praktek
penjualan dan menghasilkankeekonomisan pembelian untuk bersaing dengan
organisasi rantai yang besar.
2. Koperasi
pengecer
Pengecer mengambil inisiatif dan
membentuk entitas bisnis baru untukmelaksanakan perdagangan grosir dan mungkin
beberapa produksi. Anggotamengkonsentrasikan pembelian mereka melalui koperasi
pengecer danmerencanakan iklan mereka secara bersama - sama. Laba
dikembalikan kepadaanggota sesuai dengan pembelian mereka. Pengecer nonanggota
juga dapatmembeli melalui koperasi, tetapi tidak mendapatkan pembagian laba.
3. Organisasi
waralaba
Anggota saluran yang disebut franchisor
dapat menghubungkan beberapa tahapurutan dalam proses produksi-distribusi.
Waralaba merupakan perkembanganperdagangan eceran dengan pertumbuhan paling cepat
dalam tahun-tahunterakhir.
2) Sistem
Pemasaran Horizontal
Sistem
pemasaran horizontal dimana dua atau lebih perusahaan yang tidak
berhubunganmenyatukan sumber daya atau program untuk mengeksploitasi peluang
pemasaran yangmuncul. Setiap perusahaan tidak mempunyai cukup modal,
pengetahuan, produksi, atausumber daya pemasaran untuk melakukan usaha sendiri,
atau takut terhadap resiko. Perusahaan bisa saja saling bekerja sama
secara temporer atau permanen atau menciptakanperusahaan usaha patungan
(joint-venture).
v Mengintegrasikan
Sistem Pemasaran Multisaluran
Pemasaran
multisaluran (multichannel marketing) terjadi ketika sebuah
perusahaanmenggunakan dua atau lebih saluran pemasaran untuk menjangkau satu
atau lebih segmenpelanggan. Sistem saluran pemasaran terintegrasi adalah salah
satu sistem dimana strategi dantaktik penjualan melalui satu saluran
mencerminkan strategi dan taktik penjualan melalui saluran.Dengan menambah
lebih banyak saluran, perusahaan bisa mendapatkan 3 manfaat yang penting :
1. Meningkatkan
cakupan pasarTidak hanya lebih banyak konsumen yang dapat berbelanja produk
perusahaan di lebihbanyak tempat, tetapi pelanggan yang membeli di lebih dari
satu saluran sering kali lebihmenguntungkan dibandingkan pelanggan saluran
tunggal.
2. Biaya
saluran yang lebih rendahBiaya untuk melakukan penjualan lewat telepon lebih
murah dari pada lewat kunjunganpribadi ke pelanggan kecil.
3. Lebih
banyak penjualan yang lebih sesuai dengan keinginan pelangganSeperti
menambah tenaga penjualan teknis untuk menjual peralatan yang lebih
kompleks.Akan tetapi, ada harga yang harus dibayar dari penambahan saluran
baru. Saluran barubiasanya memunculkan konflik dan masalah dengan pengendalian.
Dua atau lebih saluranpada akhirnya bisa bersaing untuk mendapatkan pelanggan
yang sama. Oleh karena itu,saluran harus didesain untuk bekerja bersama
- sama secara efektif.
Ø KONFLIK
dan KERJASAMA PERSAINGAN
Konflik
saluran terjadi ketika suatu tindakan anggota saluran mencegah saluran lain
dalammencapai tujuannya.
a) Jenis
Konflik dan Persaingan
-
Konflik saluran vertical
Berarti konflik antara
tingkat yang berbeda dalam saluran yang sama. GenaralMotors mengalamai konflik
dengan penyalurnya dalam usahanya menerapkankebijakan layanan, penetapan harga,
dan iklan.
-
Konflik saluran horizontal
Adalah konflik antara
annggota pada tingkat yang sama didalam saluran. Beberapaterwaralaba Pizza Inn
mengeluh tentang terwaralaba Pizza Inn lain yang berlakucurang terhadap bahan,
memberikan layanan buruk, dan melukai keseluruhan citraPizza Inn.
-
Konflik multisaluran
Terjadi ketika produsen
menentukan dua atau lebih saluran yang menjual ke pasaryang sama. Konflik ini
terutama sangat kuat ketika anggota salah satu saluranmendapat harga yang lebih
rendah atau bekerja dengan margin yang lebih rendah.
b) Penyebab
Konflik Saluran
Beberapa
penyebab konflik saluran yang mudah diselesaikan, lainnya tidak. Konflik
bisatimbul dari :
1. Ketidakselarasan
tujuanMisalnya, produsen mungkin ingin mendapatkan penetrasi pasar yang cepat
melaluikebijakan harga murah. Namun, penyalur lebih suka bekerja dengan marjin
tinggi danmengejar profitabilitas jangka pendek.
2. Peran
dan hak yang tidak jelasHP dapat menjual komputer pribadi ke akun besar melalui
tenaga penjualannya sendiri,tetapi penyalur pemegang lisensinya mungkin juga
berusaha menjual ke akun besar.Batasan wilayah dan penghargaan untuk penjualan
sering menciptakan konflik.
3. Perbedaan
persepsiProdusen dapat merasa optimis tentang pandangan ekonomi jangka pendek
danmenginginkan penyalur menyimpan persediaan yang lebih besar. Penyalur
mungkinmerasa pesimis. Dalam kategori minuman perdebatan antara produsen dan
distributormereka tentang strategi iklan yang optimal biasa terjadi.
4. Ketergantungan
perantara pada produsenKeberuntungan penyalur ekslusif, seperti penyalur mobil,
sangat dipengaruhi olehproduk dan keputusan penetapan harga produsen. Situasi
ini menciptakan potensi tinggi terjadinya konflik.
MENGELOLA
KONFLIK SALURAN
Ketika
perusahaan manambah saluran untuk meningkatkan penjualan, perusahaan menanggung
resiko terciptanya konflik saluran. Beberapa konflik saluran bersifat membangun
danmengarahkan pada adaptasi yang lebih baik terhadap perubahan lingkungan,
tetapi terlalu banyakkonflik bisa menyebabkan disfungsional. Ada beberapa
mekanisme bagi manajemen konflik yangefektif. Salah satunya adalah penerapan
tujuan superordinat. Anggota saluran menyetujui tujuandasar yang mereka cari
bersama, baik tujuan bertahan hidup, pangsa pasar, kualitas tinggi,
ataukepuasan pelanggan. Mereka biasanya melakukan hal ini ketika saluran
menghadapi ancaman dariluar, seperti saluran pesaing yang lebih efisien,
undang-undang yang tidak mendukung atauperubahan keinginan konsumen.Salah satu
langkah yang bermanfaat adalah menukar orang-orang antara dua atau lebihtingkat
saluran. Harapannya bahwa peserta akan saling mengahargai sudut pandang pihak
lain.Demikian pula, pemasar dapat mencapai banyak hal dengan mendorong
keanggotaan dalam dandiantara asosiasi pedagang. Asosiasi dapat
mempertimabangkan masalah antara produsen danpengecer makanan dan menyelesaikannya
dengan cara teratur.
Ø PRAKTIK
PEMASARAN E-COMMERCE
E-commerce
adalah dimana dalam satu website menyediakan atau dapatmelakukan Transaksi
secara online atau juga bisa merupakan suatu cara berbelanja atau berdagang
secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana
terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and deliver“. E-commerce
akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-biaya operasional
untuk kegiatan trading (perdagangan) .
Adapun pendapat mengenai pengertian E-Commerce bahwa E-commerce mengacu pada internet untuk belanja online dan jangkauan lebih sempit. dimana e-commerce adalah subperangkat dari E-Bisnis. cara pembayarannya: melalui transfer uang secara digital seperti melalui account paypal atau kartu credit Sedangkan, E-Bisnis mengacu pada internet tapi jangkauan lebih luas. area bisnisnya terjadi ketika perusahaan atau individu berkomunikasi dengan klien atau nasabah melalui e-mail tapi pemasaran atau penjualan di lakukan dengan internet. dengan begitu dapat memberikan keuntungan berupa keamanan fleksibililtas dan efisiensi. cara pembayarannya yaitu dengan melaui pembayaran digital secara E-Gold dan sudah di akui di seluruh dunia dalam melakukan transaksi online.
Adapun pendapat mengenai pengertian E-Commerce bahwa E-commerce mengacu pada internet untuk belanja online dan jangkauan lebih sempit. dimana e-commerce adalah subperangkat dari E-Bisnis. cara pembayarannya: melalui transfer uang secara digital seperti melalui account paypal atau kartu credit Sedangkan, E-Bisnis mengacu pada internet tapi jangkauan lebih luas. area bisnisnya terjadi ketika perusahaan atau individu berkomunikasi dengan klien atau nasabah melalui e-mail tapi pemasaran atau penjualan di lakukan dengan internet. dengan begitu dapat memberikan keuntungan berupa keamanan fleksibililtas dan efisiensi. cara pembayarannya yaitu dengan melaui pembayaran digital secara E-Gold dan sudah di akui di seluruh dunia dalam melakukan transaksi online.
Contoh E-Commerce
Banyak sekali yang dapat kita lakukan melalui E-Commerce yaitu
1.
Pembelian buku
melalui online
2.
Pembelian
elektronik melalui online
3.
Pembelian kendaraan
melalui online
4.
Pembelian pakaian
melalui online dll
Ø ECERAN
Eceran
atau disebut pula ritel (bahasa
Inggris: retail) adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi
semua aktivitas yang melibatkan penjualan barang secara
langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Organisasi
ataupun seseorang yang menjalankan bisnis ini disebut pula sebagai pengecer. Pada
prakteknya pengecer melakukan pembelian barang ataupun produk dalam
jumlah besar dari produsen, ataupun pengimport baik secara langsung ataupun
melalui grosir,
untuk kemudian dijual kembali dalam jumlah kecil.
Ø LABEL
PRIVAT
Persaingan bisnis
saat ini sangat kompetitif dimana merek produk tidak hanya bersaing dengan
merek produsen lain, tetapi juga bersaing dengan produk tanpa merek (generik)
dan produk private label. Khusus produk private label, perkembangannya
akhir-akhir ini sangat cepat sehingga bisa menggeser kekuatan produsen ke
retailer. Hal ini dilakukan oleh para retailer sebagai strategi untuk
memperkuat loyalitas konsumen terhadap toko dan untuk mendapatkan margin
keuntungan dari konsumen yang sensitif terhadap harga.
Private label diperkenalkan di Indonesia pertama kali
(CMIIW) oleh jaringan peritel Hero dengan merek Hero Save, Nature Choice, dan
Relliance. Ada pula peritel Makro dengan merek Aro, Giant dengan merek Giant
dan First Choice, Carrefour dengan merek Carrefour dan PM (Paling Murah), Yogya
dengan merek YOA, Indomaret, Hypermart, dan Alfamart.
Definisi
sederhana dari private label adalah produk yang dijual di sebuah toko/peritel
dengan merek yang dibuat khusus oleh toko/peritel tersebut. Private label
dikenal juga sebagai store brand. Strategi private label ini lazimnya dilakukan
oleh jaringan peritel modern.
Ø PERDAGANGAN BESAR
Perdagangan besar ialah segala
aktivitas marketing yang menggerakkan barang-barang dari produsen ke pedagang
eceran atau ke lembaga-lembaga marketing lainnya. Jika kita lihat dari proses
marketing yang meliputi konsentrasi, equasi, dan distribusi, maka proses
pengumpulan dan pengembangan (konsentrasi dan equasi dilakukan oleh perdagangan
besar, sebagai berikut :
Pada bagian kiri ada proses konsentrasi, artinya barang-barang yang akan dipasarkan akan dikumpulkan terlebih dulu, seperti para tengkulak/perantara atau KUD, Dolog yang mengumpulkan beras atau padi dari petani. Kemudian mencari informasi daerah yang memerlukannya, berapa dan kapan diperlukannya, ini disebut proses equasi. Akhirnya terjadi proses distribusi yaitu beras dikirim menurut jumlah dan kualitas sesuai dengan informasi yang
Pada bagian kiri ada proses konsentrasi, artinya barang-barang yang akan dipasarkan akan dikumpulkan terlebih dulu, seperti para tengkulak/perantara atau KUD, Dolog yang mengumpulkan beras atau padi dari petani. Kemudian mencari informasi daerah yang memerlukannya, berapa dan kapan diperlukannya, ini disebut proses equasi. Akhirnya terjadi proses distribusi yaitu beras dikirim menurut jumlah dan kualitas sesuai dengan informasi yang
telah dikumpulkan. Untuk meneliti
apakah kegiatan distribusi itu merupakan kegiatan perdagangan besar atau bukan,
ada 3macam sifat yang bisa diperhatikan.
1.
Motif
Pembelian
Motif pembelian memiliki tujuan
bahwa barang bukan untuk dikonsumsi, tetapi untuk dijual kembali dengan
memperoleh keuntungan.
2.
Jumlah
Pembelian
Kita mengenal beberapa kategori
konsumen
-
Commercial
consumers
-
Industrial
consumers
-
Governmental
consumers
Gambar
: Skema Proses Marketing
Dimanakah
batasan pembelian itu merupakan pembelian perdagangan besar atau pembelian
eceran ?
Pembelian perdagangan eceran ialah pembelian yang dimaksudkan untuk diri sendiri atau keluarga sendiri/kawan sendiri. Sedangkan pembelian perdagangan besar ialah pembelian sejumlah besar barang yang bukan dimaksudkan untuk diri sendiri atau keluarga sendiri/kawan sendiri.
Pembelian perdagangan eceran ialah pembelian yang dimaksudkan untuk diri sendiri atau keluarga sendiri/kawan sendiri. Sedangkan pembelian perdagangan besar ialah pembelian sejumlah besar barang yang bukan dimaksudkan untuk diri sendiri atau keluarga sendiri/kawan sendiri.
3.
Cara-cara
usaha dari perusahaan tersebut
Mengenai
cara berusaha ada beberapa kriteria, yaitu :
- Perdagangan
besar mempunyai usaha yang diskriminatif, hanya melayani pedagang eceran,
tidak melayani semua konsumen
- Transaksi
perdagangan besar adalah besar, dalam arti lebih besar dari kebutuhan
sehari-hari.
- Harga-harga
dapat berubah sesuai situasi, bukan one price policy seperti pada
pedagang, tetapi dapat diadakan korting, kredit cara-cara pengiriman, dan
sebagainya.
Paul
D. Converse, Huegy and Mitchell menyatakan Wholesale trade includes those
marketing activities which move goods from producers, or wholesaler to
retailers. Maksudnya wholesale trade (perdagangan besar meliputi segala
aktivitas marketing yang menggerakkan barang-barang dari produsen ke
perdagangan-perdagangan eceran).
Ø LOGISTIK PASAR
Logistik pasar
(market logistics) meliputi perencanaan infrastruktur untuk memenuhi
permintaan, lalu mengimplementasikan dan mengendalikan aliran fisik bahan dan
barang akhir dari titik asal ke titik penggunaan, untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan dan mendapatkan laba.
Perencanaan
logistik pasar mempunyai 4 tahap, yaitu :
- Memutuskan
proposisi nilai perusahaan bagi pelanggannya.
- Memutuskan
rancangan saluran dan strategi jaringan terbaik untuk menjangkau
pelanggan.
- Mengembangkan
kesempurnaan operasional dalam peramalan penjualan, manajemen gudang,
manajemen transportasi, dan manajemen bahan.
- Mengimplementasikan
solusi dengan sistem informasi, peralatan, kebijakan, dan prosedur
terbaik.

0 komentar:
Posting Komentar